Makanan Kudapan yang Hampir Musnah. Umbi Gembili Banyak Manfaatnya Untuk Kesehatan


INFODAHARAN- Apa kabar sahabat Infodaharan, cuaca yang hujan terus menerus membuat perut kita laper terus dan ingin makan terus, tapi kalo makan yang tidak sehat bukannya bikin kita kuat dan bugar akan tetapi membuat kita sakit, Sahabat kali ini Infodaharan akan membicarakan tentang  makanan kampung yaitu Gembili, Sahabat pasti kalo yang lahir pada tahun 60 – 70 an paham banget dengan yang namanya Gembili, tapi kalo anak sekarang anak yang katanya kekinian, coba deh tanyakan pada merka apakah tahu  yang namanya Gembili, pasti jawabanya tidak tahu. Berikut infodaharan mau bebagi tentang Gembili semoga bisa bermanfaat untuk pembaca.

Gembili adalah tanaman menjalar yang memerlukan tegakan/cagak pohon untuk pertumbuhannya. Batang gembili berbentuk bulat dan memiliki duri berukuran kecil. Gembili juga memiliki duri akar tetapi jumlahnya lebih sedikit daripada duri batangnya. Daun berbentuk bulat jantung dan berwarna hijau. Asal tanaman adalah asia tenggara dan menyebar ke Cina, Jepang, dan Samudra Pasifik.

Jenis-jenis gembili yang banyak dijumpai adalah:

1. Gembili gajah: berbentuk menjari dan memiliki ukuran umbi yang lebih besar daripada yang lainnya.
2. Gembili teropong: bentuk bulat memanjang menyerupai teropong yang berukuran sedang.
3. Gembili ketan: umbi berbentuk bulat dan berukuran lebih kecil daripada yang lainnya. akan tetapi, gembili ketan memiliki rasa yang ebih pulen dan enak daripada gembili yang lainnya.
4. Gembili srewot: permukaan umbi memiliki rambut-rambut akar yang sangat banyak.
5. Gembili wulung: memiliki batang dan daun yang berwarna ungu.

Pada umumnya, gembili memiliki lingkungan tumbuh yang sama dengan keluarga uwi. Hanya saja, gembili mamou merambat pada bebatuan seperti di lahan berbatu hitam di gunung kidul.

Gembili pada umumnya diperbanyak dengan tunas umbi. Dalam satu umbi, terdapat satu mata tunas yang dapat dijadikan bibit. Pengolahan dilakukan dengan cara menggemburkan tanah dan juga melakukan pembuatan lubang tanam untuk bibit gembili. Pemeliharaan dilakukan dengan melakukan penggemburan tanah dan juga member pupuk kompos atau juga pupuk kandang. Pemanenan dilakukan setelah gembili berumur lebih dari satu tahun. Masyarakat di pedesaan sering memanen gembii pada usia tiga tahun. Hal ini karena ukuran gembili menjadi sangat besar. Akan tetapi, panen pada umur tiga tahun membuat rasa gembili tidak seeak ketika dipanen pada umur sau tahun.

Bagian yang dimanfaatkan dari gembili adalah umbinya khususnya untuk bahan makanan pokok. Umbi diolah dengan cara dikukus, direbus, digoreng, ataupun juga dapat dibakar. Pemasaran yang dilakukan masyarakat baru sebatas dalam bentuk umbi segar, direbus, atau juga dibuat gethuk.

Nutrisi yang Terkandung dalam Gembili

Berikut ini kandungan yang terdapat pada gembili per 100 gram dengan bagian yang dapat dimakan 85%.

  • Protein 1,5 gram
  • Lemak 0,1 gram
  • Energi 95 kilokalori
  • Karbohidrat 22,4 gram
  • Fosfor 49 miligram
  • Zat besi 1 miligram
  • Kalsium 14 miligram
  • Vitamin A sebanyak 0 IU
  • Vitamin C 4 miligram
  • Vitamin B1 0,,05 miligram

Perlu diingat jika hasil penelitain pada tiap gembili dapat berbeda satu dengan yang lain karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi.

Banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan sehari-hari manusia karena mengandung zat-zat penting. Dengan adanya senyawa alami yang penting bagi kesehatan itulah, membuat Umbi ini semakin banyak dicari. Berikut beberapa manfaat dan khasiat gembili untuk kesehatan…

 1. Bahan pembuatan produk makanan

Gembili dapat digunakan sebagai bahan pembuatan mie instan, kerupuk atau bahkan kue. Selain itu gembili juga dapat digunakan sebagai makanan tambahan dan untuk diekstrak menjadi tepung. Diekstrak dari tepung memiliki serat yang halus sehingga mudah untuk dicerna dan bagus untuk para penderita pencernaan. Makanan ini tentu lebih sehat jika dibandingkan dengan jenis makanan praktis yang banyak beredar sekarang.

Berbeda dengan produk makanan tradisional yang lain, makanan sekarang banyak mengandung beragam bahan kimia berbahaya dan dapat menginvasi kesehatan kita. Tidak heran jika orang sekarang lebih banyak terkena penyakit jika dibandingkan dengan penduduk yang masih menggunakan bahan makan tradisional pada jaman dahulu. Gembili sendiri merupakan jenis makanan tradisional yang banyak dianggap sebagai makanan desa sehingga banyak yang merasa gengsi untuk memakannya. Namun meski demikian, ia memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan kita sehingga tidak akan merugikan bagi mereka yang gemar mengonsumsinya.

2. Mengenyangkan Perut

Umbi ini tidak hanya enak digunakan sebagai bahan pembuatan makanan melainkan juga dapat memberi efek kenyang pada pengonsumsinya. Meskipun rasanya tergolong pahit namun nyatanya, dapat digunakan sebagai pengganti makanan pokok yang menyehatkan. Kandungan karbohidrat serta kalori di dalam gembili membuat Anda bisa merasa kenyang seperti saat mengonsumsi singkong ataupun ubi.

3. Mengandung zat glucomannan

Zat yang satu ini menyatu dengan manfaat protein yang berperan untuk mengurangi kolesterol jahat dari dalam tubuh. Bukan hanya itu, keberadaan zat ini juga dapat digunakan meningkatkan kolesterol baik yang berguna bagi tubuh. Jadi, umbi ini bisa dikonsumsi bagi penderita kolesterol karena juga berfungsi untuk menetralkan kadar kolesterol jahat di dalam darah.

4. Pupuk hijau

Bukan hanya mengandung banyak khasiat yang baik bagi kesehatan, namun daunnya juga dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman lain dengan dibuat pupuk hijau. Daunnya dapat digunakan sebagai media tanam pada tanaman rimpang seperti lengkuas, jahe atau dapat pula pada tanaman hias seperti pakis, begonia dan wijayakusuma.

5. Menyehatkan pencernaan

Ternyata umbi ini juga mengandung serat tinggi yang mampu membuat pencernaan lebih sehat. Dengan mengonsumsi gembili system pencernaan akan lebih lancer.

6. Menyehatkan Mata

Gembili mengandung vitamin A yang mampu membuat mata lebih sehat.

Itu tadi beberapa manfaat dan khasiat gembili bagi kesehatan.@HbIfd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s