Seafood Yutuk Atau dikenal dengan Undur-undur Makanan yang Lezat dan Berkhasiat (Khas Cilacap)


Infodaharan-Apakabar semuanya.. semoga sahabat infodaharan semuanya dalam keadaan sehat walafiat, setelah liburan kemarin tentunya lebih fresh lebih seger, amiiin, ngomongin liburan pasti ga bisa terpisahkan dengan kuliner khas, dimana anda liburan. Misal kemarin ane liburan ke pantai Widara Payung dan Pantai Teluk Penyu semua masih di wilayah Kab. Cilacap, dengan Motto “Cilacap Bercahaya”

United-Tractors-Logo.jpg

Ngomongin kuliner pasti tidak ada habis dan bosan-bosanya, karena memang yang namanya makan minum itu suatu kewajiban, bukan sunnah lagi, jadi kalo namanya wajib itu harus di jalankan.. coba sahabat info daharan.. meninggalkan wajib yang satu ini jangan lama-lama deeh sehari semalam saja… di jamin klenger.. betul gak. jadi tentunya ngomongin makanan ini penting.

female-sand-crab-back

Infodaharan mau cerita nih tentang makanan laut, Undur-undur atau yutuk, mungkin sahabat masih ada yg asing apa itu undur-undur, kaya apa rasanya, infodaharan mau jelasin dulu tentang Undur-undur.

Undur-undur laut atau nama latinnya Emerita sp. termasuk kedalam subphyllum Crustacea, yang secara umum berkerabat dengan udang (shrimp), kepiting (crab), lobster, dan teritip (barnacle). Hewan ini mempunyai struktur tubuh (morfologi) yang sangat khas . Secara umum hewan ini dilengkapi dengan karapaks dan dua antena seperti sisir yang berbentuk huruf. Kedua antena ini digunakan untuk menangkap makanan. Makanan Emerita sp. adalah plankton dan detritus yang terbawa dalam air, sehingga sering disebut filter feeder.

Emerita sp. hidup di pasir pantai terbuka, terutama di pantai berpasir hitam (pasir besi), pada zona basahan antara air pasang tertinggi dan air surut terendah. Hewan ini tersebar sangat luas, yaitu di sepanjang pesisir laut Atlantik sampai Peru dan Chile, serta di pesisir laut Pasifik sampai Amerika Utara dan Selatan. Di pesisir laut Amerika, Emerita sp tersebar dari Alaska sampai Baja, California. Di Indonesia, sebaran Emerita sp. belum banyak diketahui. Di daerah pesisir selatan Yogyakarta, Emerita sp. biasa disebut undur-undur laut, sedangkan di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat menyebutnya sebagai ketam pasir atau Ketam laut. Selama hidupnya, hewan ini mempunyai perilaku yang khas. Pada saat ombak datang, Emerita sp. akan keluar dan melompat dari pasir pantai, yang kemudian akan masuk kembali pada saat ombak surut.

peyek-yutuk

Nah itu dia Undur-undur. kalo seang wisata ke laut selatan , di Cilacap misalnya di pantai telukpenyu maupun di Widara payung, pasti banyak yang menjual Gorengan undur-undur tang di kemas dengan plastik harganyapun sangat murah dari Rp.2.000,- ada yg i bungus Rp.5.000,- menrut info makan ini tidakhanya gurih seperti gorengan udang namun juga berkhaist lhooo:

Undur-undur laut diduga merupakan penghasil khitin yang cukup besar. Produksi khitin dari undur-undur laut tersebut diperkirakan sekitar 40-60 % dari berat kering (Angka dan Maggy, 2000). Disamping itu, undur-undur laut diduga mengandung asam lemak omega-3 yang cukup tinggi sekitar 0,29-0,32 % (Nettleton, 1995). Hasil penelitian Musrsyidin dkk (2002) menunjukkan bahwa undur-undur laut mengandung lemak total yang cukup tinggi, berkisar antara 17,22 – 21,56 %; asam lemak omega 3 total (EPA dan DHA) yang cukup tinggi pula, yaitu berkisar antara 7,75 – 14,48 % dibandingkan dengan beberapa jenis crustacea lain, seperti udang, lobster, dan beberapa jenis kepiting; Sedangkan kandungan EPA (6,41 – 8,43 %) lebih tinggi dibandingkan kandungan DHA (1,34 – 6,57 %).@hbIfd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s