2,6 Juta Masyarakat Terancam Gagal Ginjal Karena Konsumsi Soda


Minuman Bersoda

Infodaharan– Anda penggemar dan penikmat minuman bersoda kalo iya anda perlu membaca ini sampai tuntas, mengonsumsi minuman bersoda terlalu sering dan dalam jangka panjang, diketahui dapat mengganggu kesehatan dan berpotensi timbulkan penyakit kronik, diantaranya diabetes, penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal, dan jantung. Penyakit kronik sendiri adalah penyakit yang berlangsung lama dan menetap.

Hasil riset Kementerian Kesehatan 2014 mencatat, sebanyak 1,1 persen penduduk Indonesia mengonsumsi minuman bersoda. Artinya, dengan total penduduk berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010 sebanyak 237,6 juta orang, maka jumlah penduduk yang mengonsumsi minuman bersoda itu mencapai sekitar 2,6 juta orang.

Ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Zalela mengatakan, kafein yang terkandung di dalam minuman bersoda bisa menyebabkan seseorang mengalami kecanduan. Jika begitu, tentu minuman bersoda akan sulit lepas dari kehidupan seseorang sebagaimana halnya dengan candu kopi.

“Kalau berturut-turut 30 hari minum soda misalkan, nantinya akan membuat badan terasa lesu dan tidak bergairah kalau tidak mengonsumsi minuman tersebut. Sama sifatnya seperti kopi yang dikonsumsi secara kontinyu, bisa membuat candu,” kata Zalela kepada Harian Terbit.

Di dalam satu kaleng minuman bersoda, kata dia, mengandung sedikitnya 12 sendok teh gula, 16-40 miligram kafein. Bahkan, pada beberapa minuman bersoda mengandung racun kimia atau disebut Bishopenol A (BPA).

“Kafein yang jika dikonsumsi oleh mereka yang punya elergi, jadi tidak bisa tidur, bahkan jantung berdebar. Sedangkan gula kita ketahui bisa sebabkan diabetes. Kandungan Bishopenol A, tak baik bagi janin sebab dapat menimbulkan cacat pada bayi dan pemicu kanker,” ungkap dia.

Pada laki-laki, tutur dia, minuman bersoda dapat menyebabkan menurunnya kualitas sperma. Pada wanita, bisa menimbulkan osteoporosis atau kerapuhan tulang.

“Daya tahan tubuh pun biasanya menurun, maka bagi mereka yang sedang tidak sehat dilarang mengonsumsi minuman berkarbonasi,” paparnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, menambahkan, seseorang yang mengonsumsi minuman berkarbonasi lebih dari sekali per hari, berisiko menderita penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal 6,45 kali lebih besar dibanding orang yang tidak mengonsumsinya.

“Penyakit ini akan muncul setelah beberapa tahun kemudian,” ujarnya.

Dari hasil riset Kemenkes tahun 2014 itu, diketahui persentase kelompok usia yang gemar mengonsumsi minuman bersoda, yakni paling banyak dikonsumsi di kelompok usia 13-18 tahun sebesar 1,8 persen. Sedangkan pada kelompok usia 5-12 tahun mencapai 1,2 persen, serta usia 19-55 tahun sebanyak 1,1 persen.

Konsumsi minuman tersebut mencapai 2,4 gram per orang per hari, lebih tinggi dibandingkan konsumsi alkohol, sebanyak 1,9 gram per orang per hari, dan teh sebesar 1,6 gram per orang per hari.

“Berbagai pola hidup yang berlebihan tidak baik. Maka konsumsi untuk minuman ini (bersoda) pun tak boleh berlebihan,” katanya.

(Elvi) @Infodaharan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s